ORANG-ORANG PKI MENGACAU DI SURABAYA

567

ORANG-ORANG PKI MENGACAU DI SURABAYA [1]

19 November 1962

 

Pemegang Kuasa Perang/KMKB Surabaya telah mensinyalir dan meminta kewaspadaan masyarakat. Surabaya terhadap adanya golongan yang sengaja mengacau dan memutar balikkan keadaan, terhadap kelicinan golongan yang sengaja menyelimuti maksud-maksud jabatnya, demikian diberitakan oleh “Antara” hari ini.

Tindakan licik pada tanggal 8 November terhadap perwakilan asing (yang dimaksudkan di sini gedung Konsulat Amerika Serikat yang, diserbu oleh para demonstran untuk menyatakan perasaannya bertalian dengan krisis Kuba), pemotongan 28 saluran kabel telepon di belakang rumah gubernur pada tanggal 12 November, demonstrasi penurunan harga sandang pangan pada tanggal 15 November yang dijulukan kepada Gubernur Jawa Timur, semua itu membuktikan siapa sebenarnya yang membangkitkan pengacauan.

Pemegang Kuasa Perang/KMKB Surabaya menyerukan:

“agar waspadalah terhadap orang-orang yang mengaku revolusioner tetapi sebenarnya anti revolusioner, waspada terhadap orang-orang yang paling keras meneriakkan Manipol tetapi sebenarnya anti ­Manipol”.

Walaupun tidak jelas disebutkannya golongan mana yang mengacau itu toh orang maklum yang dimaksudnya ialah PKI.

Saya dengar kabar pada malam menjelang peringatan Hari Pahlawan kawan kami Gatot Gunawan dikeroyok oleh kurang lebih 15 orang PKI sehingga harus diopname di rumah sakit. Gatot aktif menyusun tenaga rakyat dalam melawan PKI. Ia bekerja sampai di lingkungan desa dan hal ini diketahui oleh PKI ia rupanya kurang awas mengenai keselamatan dirinya sendiri dan ketika dia ada di Surabaya, dia dijebak dan dipukuli oleh tukang-tukang pukul PKI.

Harian Djawa Timur yang condong pada PKI memberitakan tentang dipukulnya. Gatot dan diterakannya insinuasi bahwa Gatot bekerja” di tengah kaum bambungan (gelandangan) Surabaya untuk menghasut mereka melawan pemerintah, selanjutnya bahwa Gatot “berhubungan dengan suatu organisasi yang terlarang dan menghambur-hamburkan ratusan ribu rupiah untuk keperluan kampanyenya”.

Berhubung dengan berita dalam harian Djawa Timur tadi Pemegang Kuasa Perang/KMKB Surabaya telah mengambil langkah-langkah tertentu terhadap salah satu penanggung jawab koran tersebut karena memuat ”berita proyokatif dan tendensius“. Kebetulan Gatot adalah adik ipar Menteri Penerangan Ruslan Abdulgani.

Kejadian-kejadian di Surabaya itu memperlihatkan PKI mulai tidak dapat mengendalikan anggota-anggotanya yang menjadi liar? Ataukah mungkin juga PKI mulai militan dan mau menyatakan  sikap tidak puas terhadap rezim Sukarno? (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 284-286.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.