USUL ELLSWORTH BUNKER DITERIMA

USUL ELLSWORTH BUNKER DITERIMA [1]

 

7 April 1962

Hari ini Dr. Subandrio menerangkan kepada pers , “Pada prinsipnya . Indonesia dapat menerima usul-usul Ellsworth Bunker”. Ini adalah usul untuk menyelesaikan masalah Irian Barat secara damai. Ellsworth Bunker bekas Duta Besar Amerika Serikat di India dan ia orang ketiga yang menghadiri perundingan informal rahasia Indonesia-Belanda di dekat Washington beberapa waktu lalu .

Perundingan itu sudah mandek. Adam Malik dan Sudjar­wo telah kembali ke Jakarta . Presiden Kennedy lalu mengirim­ kan surat kepada Presiden Sukarno beberapa waktu yang lalu dan Dut Besar Howard P.Jones sibuk menjalankan diplomasi­ nya di kalangan orang-orang pemerintah Sukarno. Tanggal 6 April disampaikan usul-usul perantaraan dalam sengketa Irian Barat kepada pemerintah Indonesia dan Belanda dengan dukungan Presiden Kennedy dan PM Inggris Harold Mac­ Millan. Usul-usul itu disusun oleh Ellsworth Bunker.  Ia pasti kerja sama dengan Sekjen PBB U Thant karena “AFP” mewar­takan dari Den Haag U Thant menyampaikan kepada pemerintah Belanda sebuah rencana guna menyelesaikan  sengketa Irian Barat.                                                                               ·

Pada pokoknya usul-usul perantaraan Ellsworth Bunker U Thant itu berbunyi sebagai berikut :

(1) Selama tahun pertama pemerintah Belanda berangsur­ angsur akan ditarik dari Irian Barat , (2) Dalam tahun kedua pemerintah Indonesia berangsur-angsur akan dimasukkan dan pegawai pemerintah berkewarganegaraan Belanda akan diganti oleh orang Indonesia (3) Setelah masa peralihan dua tahun itu pemerintahan akan diserahkan langsung kepada Indonesia, (4) Sebuah badan internasional akan menjamin self-determination bagi penduduk pribumi Irian Barat , bahkan setelah Indonesia mengambil alih pemerintahan atas daerah tersebut . Kunci soalnya ialah diharapkan kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaualtan atas Irian Barat kepada sebuah badan internasional yang akan memerintah daerah itu dua tahun lamanya.

Menurut “Reuter “, para peninjau politik di Den Haag ber­anggapan usul-usul tersebut kiranya bisa memuaskan hati Belanda yang menaruh keberatan terhadap penyerahan yang segera dari pemerintahan di Irian Barat kepada Indonesia.

Jika memang begitu halnya, maka dapatlah diharapkan masalah Irian Barat akan diselesaikan secara damai? Saya baca kantor -kantor ber ita dunia menyiarkan kabar Indonesia dan Belanda akan berunding lagi tanggal 13 April yang akan datang.

Hari ini dilangsungkan sidang Dewan Pertahanan Nasional di Bogor . Dewan ini menunjuk Presiden Sukarno sebagai Panglima Besar Komando Tertinggi Operasi Ekonomi. Dengan begitu di samping memimpin penyelesaian masalah pembe­ basan Irian Barat, Sukarno juga akan memegang pimpinan dan tanggung jawab atas penyelesaian masalah ekonomi yang kini rawan itu. Tetapi walaupun Sukarno mempunyai kekuasaan mutlak demikian pasti dia tidak akan ampu memecahkan kesulitan-kesulitan ekonomi yang dialami oleh rakyat . (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 202-204.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*