TNI Dl MATA AIDIT

TNI Dl MATA AIDIT [1]

 

 

1 Juli 1963

 

Presiden Sukarno tiba kembali di tanah air tanggal 27 Juni lalu setelah mengunjungi Filipina, Jepang, Austria, Italia, Prancis dan Pakistan.

Dua hari kemudian Ketua CC PKI D.N. Aidit berceramah di depan para peserta Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) atas permintaan komandan sekolah tersebut yaitu Mayjen Sudirman. Ceramah Aidit berjudul “Front Nasional dan Pertahanan”.

Hari ini koran PKI Harian Rakyat memuat di halaman mukanya berita pertama sebagai berikut:

D.N.Aidit di Seskoad :

Pertahanan nasional harus tunduk pada strategi umum revolusi Indonesia .

+ Pada hakikatnya Tentara kita adalah kaum tani bersenjata .

+ Pancasila adalah pemersatu dan progresif.

+ Ciri kepribadian TNI: Anti-fasis, Demokratis, Anti­imperialis dan bercita-cita Sosialisme.

+  Harus dipentingkan kesatuan dan koordinasi efektif antara semua angkatan.

+ Tolak masuk SEATO baik dari pintu muka maupun dari pintu belakang.

Setelah membaca headline demikian saya merasa sudah menangkap intisari ceramah Aidit. Teks penuhnya tak usah saya baca lagi. Selain Aidit juga berceramah di depan SESKOAD Ketua Umum PNI Ali Sastroamidjojo dan Ketua Umum. NU Idham Chalid saya hendak mencatat satu ucapan Ali Sastroamidjojo yaitu: “Nasakom sudah ada sejak dulu,” katanya ldham Chalid orang yang selalu berhati-hati karena itu dapat bertahan di segala zaman tidak menyinggung soal ini. Ceramahnya bersifat umum dan mengandung serba platitudes atau kata-kata klise. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 376-377.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*