“SAYA ANTI BPS, PAK”

“SAYA ANTI BPS, PAK” [1]

 

15 Februari 1965

 

Ada sebuah berita dalam bulletin “Antara” hari ini mengenai Direktur Penerangan SAB (Staf Angkatan Bersenjata) yang baru yaitu seorang Brigjen yang pernah jadi ajudan senior Presiden Sukarno.

Dalam pertemuan halal bihalal dengan para wartawan Brigjen menuturkan ceritanya. “Sewaktu saya menerima beslit pengangkatan saya menjadi Direktur Penerangan SAB yang ditandatangani oleh Menko/KASAB saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri tepatkah penunjukan atas diri saya ini? Sebagai seorang militer saya tentu taat terhadap perintah terseput.

Tetapi sebelum secara resmi melaksanakan tugas saya datang melapor kepada Presiden Sukarno di Istana memberitahukan tentang penunjukan diri saya dalam jabatan itu,” kata Brigjen.

“Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan berkata “Baik”, Bung Karno waktu itu secara spontan dan dengan tegas bertanya pula kepada saya “Apakah engkau anti BPS atau tidak”?

“Dengan tegas dan gamblang saya j awab : “Saya anti

BPS, Pak “Presiden lalu mengucapkan :

“Bagus, bagus dan laksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya”, demikian cerita Brigjen. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 503-504.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*