RAKYAT HANYA INGAT GEDUNG

RAKYAT HANYA INGAT GEDUNG[1]

 

 

10 Februari 1961

Presiden Sukarno sangat mencurahkan perhatiannya kepada pembangunan sarana untuk Asian Games, Hotel Indonesia dan sebagainya. Ia ingin supaya gedung Sporthall tempat akan berlangsung pertandingan bulu tangkis memperebutkan Piala Thomas bulan Juni 1961 sudah siap sebelum Mei.

Begitu seringnya ia meninjau tempat Asian Games dibangun, sehingga orang memperhatikan kontras yang menyolok mata yakni dia tidak pernah pergi meninjau daerah banjir di Krawang ia sendiri mengurus soal pasir dan batu yang diperlukan oleh Asian Games.

Seorang koresponden Amerika sampai berkata, “The President has become a local mayor” (Presiden telah menjadi seorang lurah).

Memanglah Sukarno kini keranjingan dengan Asian Games. Presiden Sukarno mau meninggalkan kepada rakyat bangunan-bangunan yang indah. Pernah ada orang datang pada Presiden menyampaikan bahwa rakyat kini susah dapat makan.

Presiden lalu mengatakan :

“Biarlah dulu , nanti kalau gedung-gedung ini selesai rakyat akan lupa semua kesusahan itu dan hanya ingat pada gedung-gedung ini,” demikian cerita yang saya dengar dari seorang tokoh kebudayaan yang dekat kepada klik sekitar Sukarno.

Hotel Indonesia yang sedang dibangun sekarang telah sampai pada tingkat 9. Tinggal lima tingkat rampunglah semuanya. Seolah-olah seluruh kehidupan bangsa tergantung pada berhasil atau tidaknya Asian Games dan pembangunan Hotel Indonesia. Hari ini di mesjid Baiturrachim, Presiden khusus berbicara membantah desas-desus yang tersiar dalam masyarakat.

Menurut desas-desus itu “pembikinan jembatan Asian Games tidak bisa jadi jika tidak ditumbali dengan kepala dan mata anak kecil.” (DTS)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 11.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*