PRESTASI ATLIT SARENGAT TIDAK DIAKU

PRESTASI ATLIT SARENGAT TIDAK DIAKU  [1]

 

18 September 1962

Kongres Federasi Atletik Amatir Internasional (IAAF) di Beograd tanggal 17 September lalu memutuskan tidak mengakui prestasi-prestasi yang telah dicapai dalam pertandingan-pertandingan atletik dalam Asian Games IV di Jakarta sebagai prestasi atletik Pesta Olah Raga Asia tersebut. Ia menganggap pertandingan-pertandingan tersebut hanya sebagai pertandingan atletik internasional biasa atau dalam kata-kata kantor berita

“Reuter”: should not be included in the records as part of the Asian Games melainkan hanya “as an ordinary international athletic meeting “.

Sidang Kongres IAAF memutuskan “memperingatkan dengan keras” Persatuan Atletik Seluruh . Indonesia (PASI) berkenaan dengan “tidak diikut sertakannya Taiwan dan Israel”  dalam Asian -Games di Jakarta baru-baru ini.

Berita ini adalah buntut dari peristiwa-peristiwa  heboh  selama Asian Games ketika politik dan olah raga telah dicampur adukkan. Kasihan juga dengan atlit seperti Sarengat yang berhasil memenangkan dua medali emas tetapi kini prestasi­-prestasi itu tidak diakui secara resmi.

Hari ini Menteri Pertama Djuanda berangkat ke Jepang untuk berobat selama tiga minggu. Apakah bukan mustahil sekembalinya dari sana nanti jabatannya sudah harus diserahkannya kepada Dr.Subandrio? (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 256-257.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*