PRESIDEN TERHINDAR DARI PERCOBAAN PEMBUNUHAN

PRESIDEN TERHINDAR DARI PERCOBAAN PEMBUNUHAN[1]

 

15 Mei 1962

Kemarin Presiden Sukarno terhindar dari percobaan pembunuhan terhadap dirinya yang dilakukan oleh seorang anak buah gerombolan Kartosuwiryo (Darul Islam DI) ketika sembahyang Idul Adha tengah berlangsung di lapangan hijau yang terletak antara Istana Negara dan Istana Merdeka.

Percobaan pembunuhan dilakukan pada raka’at kedua dengan tembakan pistol beberapa kali dari jarak lebih kurang 5 atau 6 meter dari belakang Presiden oleh seorang laki-laki setengah umur. Pada saat itu juga si penembak ditangkap oleh alat-alat negara. Presiden sendiri tidak kurang suatu apa tetapi ada lima orang yang mendapat luka-luka ringan yaitu Zainul Arifin (Ketua DPR-GR), Idham Chalid (Ketua NU), Darjat (Pembantu Inspektur II, pengawal pribadi Presiden), Susilo (Brigadir Polisi dan pengawal pribadi Presiden) dan Mohamad Noer (pegawai Istana). Orang yang mencoba untuk membunuh Presiden itu adalah salah seorang dari 9 orang yang mendapat tugas dari Kartosuwiryo.

Menurut “Antara” orang itu berumur sekitar 35 tahun, berkemeja putih dengan jas warna coklat muda dan berkain sarung warna coklat agak tua.

Selain daripada itu ada seorang laki-laki lain juga tertangkap di halaman istana karena kedapatan sebuah pistol di bawah tikar sembahyangnya. Percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno pada Salat Id itu adalah yang kelima kalinya. Presiden sendiri tampaknya tenang sekali sehabis kejadian itu. Ia malah memimpin sidang Staf Operasi Pembebasan Irian Barat untuk . mendengarkan laporan Menteri Luar Negeri Subandrio yang belum lama berselang memimpin misi Subandrio-Hidayat ke Moskow untuk memperoleh senjata-senjata dari Uni Soviet. Sesudah itu Presiden terbang dengan helikopter ke Istana Bogor.

Kemarin keluarga enam tahanan politik di penjara Madiun (Sjahrir, Mohd. Roem, Prawoto, Anak Agung, Subadio dan Sultan Hamid) memperoleh kesempatan dari Peperti untuk mengunjungi mereka. Menurut kabar yang saya terima, keenam tahanan itu kecuali Anak Agung berada dalam keadaan sehat wal afiat. Anak Agung tampaknya secara kejiwaan tidak tahan terhadap keadaan yang dialaminya. Badannya sakit-sakit, dia dapat uitslag dan dia gelisah. Roem menjadi kepala kelompok para tahanan dan ia berusaha . menghibur rnereka dengan mengadakan berbagai permainan, rekreasi. Sultan Hamid giat mengajar tahanan-tahanan lain bermain bridge. Sjahrir mempunyai daftar waktu yang tertentu, dari pagi jam sekian sampai siang jam sekian disediakan buat “bacaan berat”, kemudian waktu diperuntukkan bagi “bacaan ringan”. Ia kini sibuk belajar ilmu ekonorni. Subadio telah pintar menjahit pakaiannya yang perlu ditambal atau dipasang kancing baru. Ia belajar menjahit ini dari Roem yang dulu pernah menjadi pandu.

Selama dua minggu belakangan ini tidak banyak terjadi yang perlu saya catat Barangkali perlu diketahui Presiden Sukarno telah sembuh penyakit ginjalnya dengan mendapat pengobatan dari satu regu dokter RRT yang khusus dikirim oleh Chou-En -Lai ke Jakarta empat bulan yang lalu. Dokter dokter RRT itu melakukan pengobatan secara sinshe menurut ilmu ketabiban kuno Cina yakni dengan menusukkan jarum kedalam bagian-bagian tubuh yang sakit (acupuncture). Berkat perawatan demikian Presiden kini telah sembuh sama sekali.Tanggal 10 Mei yang lalu aku berulang tahun. Usiaku cukup 40 tahun. Beberapa kawan datang mengunjungi kerumahku. Usia 40 tahun dikatakan orang “usia Nabi” sebab pada usia itu Rasul Allah Nabi Muhammad s.a.w. mendapat iluminasi serta wahyu untuk menjadi Rasul dan menyebarkan agama Islam. Bagiku tanggal 10 Mei itu berlalu seperti hari­ hari yang lain. Biasa saja, cuma umurku yang bertambah . Aku berterima kasih kepada Tuhan yang tetap melindungi aku dan keluargaku. Demikianlah anugerah Allah. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 215-217.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*