PRAMUKA BERDIRI

PRAMUKA BERDIRI[1]

 

10 Maret 1961

Presiden Sukarno selaku Panglima Tertinggi, Penguasa Perang Tertinggi (Peperti), Mandataris MPRS dan Pemimpin Besar Revolusi Kamis malam memerintahkan peleburan semua organisasi kepanduan Indonesia menjadi satu organisasi kepanduan dengan dasar Pancasila serta bertujuan mendidik dan membentuk kader-kader penyelenggara pembangunan.

Satu organisasi pandu yang diberi nama “Pramuka” akan dipimpin oleh Presiden sendiri sebagai Pramuka Tertinggi dan Pandu Agung Sultan Hamengku Buwono sebagai pembantunya.

Ketika setahun yang lalu tersiar kabar tentang maksud Presiden hendak melebur kurang lebih 60 organisasi kepanduan menjadi satu organisasi, maka terdengarlah ucapan­ ucapan yang kurang menyetujuinya.

Jadi masih ada semangat perlawanan, tetapi Sukarno menunggu dengan sabar dan akhirnya berlaku juga kehendaknya. Kini ia jadi Pramuka Tertinggi.

Kini masih ada perlawanan dari beberapa kalangan Tentara terhadap diakuinya PKI sebagai partai sah, tetapi bagaimanakah keadaan nanti setahun lagi? Belum lama berselang di Tretes. Jawa Timur diadakan pertemuan para Panglima.

Mereka memutuskan sikap untuk disampaikan kepada pemerintah pusat agar PKI dinyatakan sebagai partai terlarang. Presiden telah mengetahui tentang adanya rapat tersebut dan ia memerintahkan supaya diambil tindakan terhadap para Panglimanya. Apakah perintah itu akan dijalankan dalam lingkungan ketentaraan, wallahu’alam (DTS)

 

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 15-16.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*