PKI, Dari Garis Zdhanov Ke Garis Stalin (2): Program Mengubah Imbangan Kekuatan

PKI, Dari Garis Zdhanov Ke Garis Stalin (2): Program Mengubah Imbangan Kekuatan [1]

 

Di samping melalui jalur Parlementer, masih ada jalur-jalur lain guna mencapai tahapan “Revolusi Demokratis”nya. Jalur lain itu merupakan langkah persiapan menuju tahapan revolusi, yang disebut : “pekerjaan membangkitkan, memobilisasi massa”.

Massa diibaratkan sebagai benteng baja yang mutlak harus direbut, sebagai sarana untuk mengubah imbangan kekuatan lawan. Lawan komunisme adalah imperialisme-kapitalisme, komprador, kapitalis birokrat dan feodalisme.

Keempat lawan itu disebutnya sebagai empat bukit setan yang harus dilawan dengan “kekuatan rakyat”. Dalam rangka menghadapi empat bukit setan itu, PKI bekerjasama dengan kelompok “borjuis nasional” yang memiliki obsesi terhadap kehancuran imperialisme.

Upaya PKI mengubah imbangan kekuatan dimulai sejak 1954, dengan disahkannya program baru oleh Kongres Nasional V bulan Maret 1954. Program baru ini berisi antara lain:

  • Sistem pemerintahan: PKI menganggap bahwa sistem negara (pemerintah) RI sampai 1954, merupakan pemerintah yang anti komunis. Dalam hal ini PKI mulai menetralisir ucapan Bung Karno : “semua buat semua”.
  • Demokrasi: PKI mengecam demokrasi barat yang berlaku di Indonesia karena masih “dikuasai oleh borjuis nasional. “Yang diingini PKI adalah “demokrasi memusat” atau sentralisme demokrasi, sebagaimana yang berlaku di negara-negara komunis.
  • Angkatan Bersenjata: PKI masih menganggap bahwa Angkatan Bersenjata masih menjadi alat untuk “menindas rakyat” (baca komunis) dan berusaha membentuk “junta militer”.

Dari program umum PKI tahun 1954 ini, dapat dilihat perkembangan baru strategi PKl. Kerjasama dengan “borjuis nasional” mulai dilonggarkan sekalipun tidak ditinggalkan. Presiden Sukarno mulai didekati, dengan mensetir pelbagai ucapan dan pidato presiden yang menguntungkan garis politiknya.

PKI tetap mencurigai Angkatan Bersenjata sebagai kekuatan lawan, khususnya TNI-Angkatan Darat. Perlu dicatat sampai tahun 1954, PKI masih menganut garis kanan Stalin, yang disesuaikan dengan kondisi sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia.

—DTS—

[1]     Sumber : Buku “Komunisme di Indonesia Jilid III: Konsolidasi dan Infiltrasi PKI Tahun 1950-1959, Jakarta: Pusjarah TNI, 1999

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*