PKI AKAN IKUT GARIS PEKING

PKI AKAN IKUT GARIS PEKING[1]

 

29 Maret 1961

Pagi tadi saya dengar sebuah informasi berdasarkan “sumber yang dipercaya”. Menurut informasi itu, lima anggota pimpinan PKI yaitu Aidit, Lukman, Njoto, Sudisman dan Sakirman akan mengadakan sebuah rapat untuk membicarakan bagaimana menggeser kedudukan KASAD /MKN Jenderal A.H. Nasution.

Tadinya mereka merencanakan pertemuan itu di Solo tetapi Aidit mengusulkan supaya mereka berapat di Jakarta saja.

Sebuah aspek lain ialah kabarnya PKI akan mengadakan perubahan dalam susunan organisasi partainya , menjadikannya lebih mirip dengan Partai Komunis Cina. Karena Indonesia negeri agraris, maka dengan susunan dan garis partai seperti yang terdapat di RRC tentulah PKI akan dapat bekerja dengan lebih cocok.

Dengan demikian Njoto yang selama ini dianggap termasuk orang yang mengikuti garis Moskow kini akan “mengalah” dan lebih mengikuti garis Peking. Keadaan ini memang akan lebih menguntungkan PKI karena RRC lebih dekat letaknya daripada Rusia, juga soal jaminan dana-dana akan lebih baik adanya.

Menteri Luar Negeri RRC Marsekal Chen Yi kini sudah ada di Jakarta dalam sebuah kunjungan resmi dan menurut informasi tadi Chen Yi akan berusaha mengadakan hubungan baik Iagi dengan Indonesia setelah beberapa lama di masa Ialu terjadi ketegangan-ketegangan sekitar masalah Hoakiau. (DTS)

 

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 24-25.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*