PERUSAHAAN-PERUSAHAAN INGGRIS DIAMBIL ALIH

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN INGGRIS DIAMBIL ALIH [1]

 

20 Januari l964

 

Menteri Pertahanan Inggris Peter Thomeycroft menerangkan kepada pers tanggal 6 Januari Ialu di Singapura : “lnggris tidak akan ragu-ragu melaksanakan kewajibannya berdasarkan perjanjian pertahanan Inggris-Malaysia”. Ia mengunjungi “Malaysia” selama delapan hari. Pada tanggal 10 Januari dia menyatakan :

“Pasukan-pasukan Inggris, Malaysia dan Ghurka terang dapat menguasai keadaan di wilayah Kalimantan Utara.”

Sikap Inggris ini tentu tidak disenangi pemerintah Indonesia. Kemudian terdengar berita tentang disitanya oleh Inggris dua kapal haji Indonesia “Tampomas”dan “Ambulombo” yang sedang berada di Hongkong. Kemarahan pemuda, pelajar, mahasiswa dan massa rakyat menjadi Iengkaplah. Tanggal 18 Januari lalu terjadi demonstrasi pemuda dan rakyat yang memprotes “kebiadaban Inggris” tadi dan mereka mendesak supaya Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris.

Pada hari yang sama kaum buruh Indonesia mengambil alih tiga buah perusahaan Inggris yakni “Unilever” di Jakarta dan “P & T Lands” serta satu lagi di Subang itu belum cukup. Hari Senin ini tanggal 20 Januari kaum buruh minyak mengambil alih perusahaan PT Shell Indonesia di Jalan Perwira, milik campuran Inggris-Belanda. Juga pabrik rokok British American Tobacco (BAT) di Cirebon mendapat gilirannya diambil alih.

Saya memperhatikan pula berita ekonomi “Antara” yang mewartakan betapa harga minyak tanah di Bandung mencapai Rp 40,00 per liter dan sukar didapat. “Minyak tanah bebas” yang biasa mengalir dari Jakarta sekarang agak kurang kuantumnya Harga resminya Rp 2,25 per liter. (SA)

 

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 397-398.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*