Persiapan Penumpasan PKI Madiun (3): Kekuatan Pasukan Pendukung PKI

Persiapan Penumpasan PKI Madiun (3): Kekuatan Pasukan Pendukung PKI [1]

 

Kekuatan pasukan pendukung PKI setelah mereka melakukan pemberontakan tidak begitu banyak berubah. Pada saat berlangsungnya pertempuran-pertempuran di Solo antara pasukan FDR/PKI dengan pasukan pemerintah RI, mereka telah selesai melaksanakan konsentrasi pasukan yang mendukung PKI di Madiun dan daerah sekitarnya. Di kota dan daerah Madiun terdapat konsentrasi besar pasukan-pasukan FDR/PKI, rakyat menamakannya sebagai Tentara Merah. Pasukan ini berasal dari Brigade 29 (ex Pesindo) dipimpin Kolonel Dachlan.

Di kota Madiun terdapat Batalyon Moesyofa, di Saradan Batalyon Moersit di Ponorogo Batalyon Panjang Djoko Priyono yang ditarik mundur dari garis front Cereme-Gresik untuk menghadapi Belanda. Batalyon Abdoerachman ditempatkan di Ponorogo dibantu oleh Komando Distrik Militer (KDM) Pacitan Mayor Saleh Martoprawiro serta diperkuat kompi-kompi Ranu dan Tabrani dari PTL (Polisi Tentara Laut). Di Ngawi terdapat Batalyon bekas Pesindo pimpinan Mayor Darmintoadji yang sebelumnya adalah Batalyon 4/Brigade TNI Ronggolawe yang desersi dan bergabung dengan pemberontak PKI.

Di samping kesatuan-kesatuan Brigade 29, masih ada kesatuan­kesatuan bekas Biro Perjuangan dan TNI Masyarakat di bawah pimpinan Djoko Sujono yang menggabungkan diri dengan Brigade 29 di Madiun. Di daerah Kediri, di lereng timur gunung Wilis terdapat Batalyon “elite Brigade 29, ialah Batalyon Maladi Yoesoef sebagai pasukan cadangan. Komandan Brigade 29, Kolonel Dachlan dengan pos komandonya bertempat di Kediri. Adapun pimpinan tertinggi FDR/PKI di Madiun adalah seorang tokoh pimpinan Pesindo, Soemarsono.

Selain kekuatan Brigade 29 sebagai kekuatan andalan PKI/ Moeso, didukung pula oleh pasukan-pasukan aparat FDR di daerah­-daerah yang bertugas sebagai pasukan-pasukan territorial antara lain di Ponorogo, Blitar, Nganjuk, Ngawi serta daerah Purwodadi dan sekitarnya. Dengan demikian di kota Madiun sendiri paling tidak terdapat 5 (lima) Batalyon yang mendukung kegiatan FDR/PKI yang sekaligus merupakan kekuatan untuk bertahan di daerah Madiun selama mungkin.

***

 

[1]     Sumber : Buku “Komunisme di Indonesia Jilid II: Penumpasan Pemberontakan PKI 1948, Jakarta: Pusjarah TNI, 1999

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*