Perencanaan Kudeta PKI 1965 (3): Rapat-rapat Biro Chusus Pusat dan Daerah

Perencanaan Kudeta PKI 1965 (3): Rapat-rapat Biro Chusus Pusat dan Daerah [1]

cropped-monumen-icon.pngSebagai tindak lanjut dari instruksi Ketua CC PKI D.N. Aidit untuk memeriksa barisan, Sjam selaku Kepala Biro Chusus CC PKI memanggil Kepala-kepala Biro Chusus Daerah.[2]

Dalam pertemuannya dengan Kepala Biro Chusus Daerah Jakarta Raya Sulistio, yang diadakan pada tanggal 4 September 1965 antara lain:

  • Dibicarakan situasi dan tugas-tugas yang harus dijalankan oleh Biro Chusus Daerah/PKI dalam rangka gerakan yang akan dilancarkan.
  • Juga dijelaskan Instruksi D.N. Aidit tentang diadakannya suatu gerakan untuk mendahului Dewan Djenderal.
  • Diminta kesanggupan Biro Chusus Daerah/PKI untuk tugas-tugas yang diberikan dan agar dimulai dengan pemeriksaan barisan.
  • Ternyata barisan yang tersedia dari Biro Chusus Daerahl PKI Jakarta Raya masih lemah, karena belum eratnya pembentukan group-group di dalam badan-badan dinas ABRI, dan kesatuan yang setingkat dengan Kodam.
  • Kemudian Kepala Biro Chusus Daerah melaporkan, bahwa group group yang baru dibentuk di Yon Ang Air, Yon Artileri Tanjung Priok, Kodim Jakarta Pusat, serta di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Di samping itu Kepala Biro Chusus Daerah Jakarta Raya tetap diminta bantuannya yang berharga dalam gerakan ini.

Ternyata hasil pertemuan sangat mengecewakan. Kepala Biro Chusus Daerah (PKI Daerah Jakarta Raya) tidak dapat memberikan bantuan, karena kekuatan PKI di wilayah Jakarta Raya tidak besar. Meskipun dapat dihimpun, seluruh kekuatan tersebut lebih kurang hanya 6 batalyon berasal dari berbagai kesatuan yang ada termasuk Yon 530/Brawijaya dan Yon 454/Diponegoro.

Pertemuan kedua diadakan pada tanggal 8 September dengan Kepala Biro Khusus Daerah PKI Jawa Barat yang dipimpin oleh Hariana bertempat di kediaman Sjam. Pada pertemuan itu Sjam menguraikan tentang situasi negara, selain itu disampaikan pula tugas-tugas yang harus dilakukan oleh Biro Chusus Daerah/PKl Jawa Barat dalam rangka gerakan. Dalam pertemuan itu Hariana melaporkan, bahwa kekuatan PKI di daerah Jawa Barat sangat lemah, tidak dapat dijadikan sebagai kekuatan pemukul. Selain itu belum ada satupun kekuatan yang sudah berhasil dipengaruhi untuk diajak ikut serta dalam gerakan, grup-grup yang terbentuk baru berada di Kodim Bandung, di Kavaleri dan di Cimahi. Mendengar laporan tersebut, Sjam hanya meminta agar Kepala Biro Chusus/PKl Jawa Barat mengikuti siaran RRI Jakarta terus-menerus.

Pertemuan ketiga adalah dengan Kepala Biro Chusus Jawa Timur, yang dipimpin oleh Hasjim, diadakan di tempat kediaman Sjam pada tanggal 13 September 1965. Dalam pertemuan itu, Sjam mengemukakan persoalan yang sarna. Namun sebelumnya Biro Chusus Jawa Timur telah lerhasil membentuk grup-grup, antara lain di Madiun, Malang, dan Besuki. Kemudian Hasjim melaporkan bahwa Yon 530/Para Brawijaya akan dikirim ke Jakarta pada hari Ulang Tahun ABRI tanggal 5 Oktober 1965 untuk membantu gerakan.

Pertemuan keempat berlangsung antara Sjam dengan Kepala Biro Chusus Daerah/PKl Jawa Tengah yal’lg dip imp in oleh Salim alias Darmo di kediaman Sjam. Persoalan yang dibahas sarna dengan

pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kekuatan Biro Chusus Jawa Tengah lebih baik dari Biro Chusus Daerah yang lain. Grup-grup telah terbentuk di daerah-daerah, antara lain di Yogyakarta, Solo dan Salatiga. Sedang kesatuan-kesatuan yang menjadi inti ialah Batalyon K, L, dan M. Pada pertemuan itu Salim melaporkan, bahwa Yon 454/Raider Diponegoro akan dikirim ke Jakarta dalam rangka Hari

Ulang Tahun ABRI 5 Oktober 1965, dengan tujuan untuk membantu gerakan. Kepada Kepala Biro Chusus Daerah PKI, Dewan maupun group-group di Jawa Tengah, Sjam menginstruksikan agar selalu mengikuti siaran RRI Jakarta.

Pertemuan kelima dengan Kepala Biro Chusus PKI Sumatra Barat yang dipimpin oleh Rivai dengan Sjam di tempat yang sama pada tanggal 17 September 1965. Pada pertemuan itu dibicarakan soal situasi dan instruksi D.N. Aidit tentang rencana gerakan, juga dibahas soal organisasi. dalam pertemuan itu, Rivai menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan instruksi Kepala Biro Khusus CC PKI itu. Pada kesempatan itu juga dilaporkan bahwa di Sumatra Barat telah dibentuk group-group di Padang/Pariaman dan Sawah lunto.

Pertemuan keenam dengan Kepala Biro Chusus Daerah PKI Sumatra Utara yang dipimpin oleh Nasir alias Amir pada tanggal 20 September 1965 dengan Sjam di kediamannya. Dalam pertemuan itu dibicarakan persoalan yang sama dengan Kepala Biro Chusus PKI daerah yang lain. Pada pertemuan itu Nasir (Amir) menyatakan kesanggupannya, meskipun menurut laporan yang disampaikannya ternyata Biro Khusus/PKI Daerah Sumatra Utara belum cukup kuat. Group-group yang ada baru di Medan dan Pematang Siantar. Baik kepada Kepala Biro Khusus Daerah PKI Sumatra Barat maupun Sumatra Utara, Sjam menginstruksikan untuk selalu mendengarkan siaran RRI Jakarta.

Di samping itu juga, Sjam menginstruksikan kepada masing­-masing Kepala Biro Chusus PKI Daerah yang lain agar dalam rangka pelaksanaan kudeta melaksanakan kegiatan sebagai berikut :

  1. Supaya mempersiapkan tenaga-tenaga untuk menjadi anggota Dewan Revolusi Daerah.
  2. Untuk gerakan di daerah supaya membentuk kekuatan militer yang terdiri dari anggota ABRI.
  3. Gerakan di daerah supaya dapat menguasai jawatan­- jawatan/instansi vital di daerah.
  4. Untuk dapat mengetahui saat mulainya gerakan, supaya selalu mengikuti siaran RRI Jakarta.

Instruksi ini bersifat rahasia dan hanya didiskusikan dalam Biro Chusus Daerah PKI.

—DTS—

[1]     Sumber : Buku “Komunisme di Indonesia Jilid IV: Pemberontakan G.30.S/ PKI Dan Penumpasannya (Tahun 1960-1965), Jakarta: Pusjarah TNI, 1999

[2]     Angkatan Bersendjata, 21 Februari 1968

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*