PARTAI POLITIK : KUMPULAN YANG MENIMBULKAN KASIHAN

PARTAI POLITIK : KUMPULAN YANG MENIMBULKAN KASIHAN [1]

 

14 Desember 1964

 

Sepuluh partai politik bertempat di Istana Bogor tanggal 12 Desember tengah malam menyatakan kebulatan tekadnya di depan Presiden/Pemimpin Besar Revolusi setelah bermusyawarah di bawah pimpinan Presiden. Mereka menyatakan sebagai berikut :

  1. Demi suksesnya Revolusi Indonesia kami seia sekata dan bertekad bulat untuk lebih memperhebat pengganyangan “Malaysia”, untuk lebih memperhebat lagi pelaksanaan Dwikora yaitu membantu perjuangan rakyat-rakyat Malaya, Singapura dan Kalimantan Utara. Khusus Mengenai bantuan kepada perjuangan rakyat Kalimantan Utara kami akan memperhebat gerakan sukarelawan dan memperbesar sokongan kepada NKKU di bawah pimpinan Azahari.
  2. Dalam rangka memperhebat ketahanan Revolusi Indonesia kami bertekad bulat untuk memupuk dan memelihara persatuan nasional yang progresif revolusioner berporoskan Nasakom untuk lebih mengamalkan Pancasila, Manipol-Usdek dan pedoman-pedoman pelaksanaannya. Kami akan terus mengembangkan massa aksi revolusioner, terus mengganyang Nekolim dan kontra-revolusi dan subversi. Kami akan saling menjaga untuk tidak mengadakan interpretasi-interpretasi tentang ajaran golongan lain yang berakibat merugikan golongan lain yang sudah menerima Pancasila Manipol-Usdek itu.
  3. Untuk melaksanakan hal-hal tersebut dan untuk menyelesaikan masalah -masalah nasional misalnya masalah-masalah yang menyangkut pelaksanaan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan UUPBH, maka kami akan mengutamakan sistem konsultasi dan musyawarah yang dijiwai oleh semangat kegotong-royongan nasional revolusioner berporoskan Nasakom baik di antara partai-partai maupun antara partai-partai dan pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Khusus dalam menyelesaikan sengketa tanah kami berpendapat bahwa pejabat-pejabat dan kaum tani juga wajib bermusyawarah tanpa insinuasi, intimidasi dan senjata.
  4. Kami membantah sekeras-kerasnya berita bohong dari pihak yang mengatakan bahwa Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno akan meletakkan jabatan. Rakyat Indonesia lewat MPRS telah mengangkat Bung Karno sebagai Presiden seumur hidup dan sebagai Pemimpin Besar Revolusi. Demikian kebulatan tekad kami yang keluar dari hati sanubari kami dan berdasarkan keyakinan kami masing-masing. Semoga Tuhan memberikan usia yang panjang kepada Bung Karno dengan lindungan taufik dan hidayat-Nya dan semoga Allah swt memberikan kekuatan lahir batin kepada kami sekalian untuk melaksanakan kebulatan tekad kami.

Adapun 10 partai politik yang memberikan pernyataan tadi ialah Murba, Nahdatul Ulaina, IPKI, Perti, PNI, PSII, Partai Katolik, PKI, Parkindo dan Partindo.

Seorang teman saya memberikan komentar singkat saja tentang sikap partai-partai politik itu.

“A sorry lot” (Kumpulan yang menimbulkan kasihan), katanya. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 485-486.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*