Operasi Penumpasan PKI Madiun ke Utara (4): Tertangkapnya Amir Sjarifuddin dan Kawan-Kawannya

Operasi Penumpasan PKI Madiun ke Utara (4): Tertangkapnya Amir Sjarifuddin dan Kawan-Kawannya[1]

 

Ketika berada di Gundih, Komandan Brigade 12, Kusno Utomo mengganti Komandan Kompi Soedijono dengan Sukamto. Kompi berasal dari Hizbullah yang berdiri sendiri (BS) ini mengikuti Batalyon Kosasih sejak dari Solo. Selanjutnya kepada kompi Sukamto diperintahkan menduduki Godong dengan tujuan untuk mencegat pasukan PKI yang lari dari Demak atau Purwodadi. Setelah sampai di Godong, tindakan pertama yang dilakukan oleh Kompi Sukamto adalah melucuti Polisi Keamanan (PK) penjaga garis demarkasi yang rupanya telah dipersiapkan oleh PKI untuk melindungi pasukannya yang akan menyeberangi garis demarkasi. Hampir satu kompi pasukan Polisi Keamanan (PK) dilucuti.

Sementara itu Amir Sjarifuddin bersama pasukan pengawalnya telah diketahui bertahan di hutan jati di pegunungan sekitar Klambu. Pasukan TNI melakukan operasi pembersihan terus­-menerus, sehingga hampi setiap hari daerah di sekitar pegunungan Klambu, di mana pasukan Amir Sjarifuddin bertahan, diserbu oleh TNI secara bergiliran baik dari arah Kudus maupun dari arah Grobogan. Kedudukan mereka dihujani peluru-peluru meriam oleh pasukan artileri Siliwangi dari Babalan dan tembakan mortir oleh pasukan Ki Sukamto dari Godong. Akibat pengepungan yang rapat ini, ditambah dengan bantuan alam yang berupa hujan hampir setiap hari, ada pasukan pengawal Amir Sjarifuddin ke luar dari persembunyiannya dan menyerahkan diri, baik secara perorangan maupun beregu, bahkan sampai ke kompi. Juga beberapa tokoh pemberontak seperti : Djokosuyono, Maruto Darusman, Sayoga dan kawan-kawannya yang berusaha melintasi garis demarkasi, namun berhasil ditangkap di sekitar Godong. Ketika diinterogasi ia menyatakan bahwa rombongan mereka akan bergabung dengan pasukan Soediarto atau Suyoto yang disangkanya masih kuat. Ia tidak mau mengakui, bahwa rombongannya berusaha melintasi garis demarkasi, yang jaraknya tinggal beberapa ratus meter saja. Menyerahnya Djokosujono disusul dengan menyerahnya Abdul Hamid, Komandan Batalyon pasukan pengawal Amir Syarifuddin beserta pasukannya pada tanggal 22 November 1948. Ia menyerah kepada Seksi Priyatno dari Ki Sukamto. Setelah dilucuti persenjataannya, mereka dikawal menuju kawedanan Godong. Selanjutnya diserahkan kepada Polisi Militer di Purwodadi.

Hampir satu minggu setelah menyerahnya Batalyon Abdul Hamid, Batalyon Maladi Jusuf, pengawal utama dari Amir Sjarifuddin, berhasil menerobos kepungan pasukan TNI dan lolos menyeberangi garis demarkasi bergerak ke arah selatan menuju Salatiga. Sementara itu Kompi Ranuwidjaja dari Yon Kusmanto Brigade 6 yang bermarkas di sekitar Penawangan, pada tanggal 29 November melakukan operasi pembersihan di pegunungan sekitar Klambu. Dalam operasi ini Ki Ranuwidjaja berhasil menangkap Amir Sjarifuddin pada pukul 17.00 (lima sore) di Gua Macan desa Penganten kecamatan Klambu, setelah para pengawalnya meninggalkannya. Sebelum menyerah terjadi dialog jarak jauh antar pasukan pengepung dengan Sjarifuddin. Amir Sjarifuddin menyatakan bahwa ia hanya mau menyerah kepada pasukan Panembahan Senopati. Kebetulan yang mengepung adalah Kompi 5 dari Batalyon Kusmanto yang dipimpin oleh Letnan Satu Ranuwidjaja.[2] Tawaran Amir Sjarifuddin tidak disia-siakan dan segera diadakan penggrebegan ke Gua Macan, tempat Amir Sjarifuddin bersembunyi. Amir Sjarifuddin bersama dua tokoh PKI yaitu Soeripto dan Haryono (SOBSI) segera ditangkap. Mereka dibawa ke pos Klambu dengan pengawalan ketat oleh satu peleton campuran. Setelah menyerahnya Batalyon Abdul Hamid kepada Kompi Sukamto, Mayor Kosasih mengadakan inspeksi ke Godong. Ketika ia berada di Godong, mendapat laporan bahwa Mr. Amir Sjarifuddin telah berhasil ditangkap dan dibawa ke pos Klambu. Ia segera bergegas ke Klambu untuk membuktikan kebenarannya. Setelah bertemu dengan Amir, Mayor Kosasih memerintahkan agar Amir Sjarifuddin diberi pakaian baru dan segera diberangkatkan ke Kudus,[3] untuk diserahkan kepada Komandan Brigade 12 Letkol Kusno Dtomo di Kudus.

***

[1]Sumber : Buku “Komunisme di Indonesia Jilid II: Penumpasan Pemberontakan PKI 1948, Jakarta: Pusjarah TNI, 1999

[2] Wawancara dengan Sutikno, Kapten (Pur), Demak, 23 Juli 1991, anggota YosKusmanto.

[3]Wawancara dengan H. Achmad K., Peltu (Pur), Purwodadi, 23 Juli 1991 anggotapengawal Amir Sjarifuddin dari Klambu ke Kudus

.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*