NISCAYA TERJADI PERUBAHAN REZIM

NISCAYA TERJADI PERUBAHAN REZIM[1]

 

2 April1961

Vonis Mahkamah Angkatan Darat dalam Keadaan Perang untuk Jawa-Madura terhadap bekas Kolonel Sukanda Brata manggala ialah hukuman penjara 17 tahun, potong selama masa tahanan. Itulah berita yang saya dengar hari ini. Perkara yang dihadapi oleh Sukanda dikenal sebagai “Peristiwa Puskav”.

Puskav ialah kependekan dari Pusat Kavaleri di Bandung. Sukanda dinyatakan oleh mahkamah bersalah, antara lain “Mengadakan permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan yang direncanakan Sam Karundeng seperti penyerbuan Jakarta, menculik tokoh-tokoh pemerintah sipil, militer dan terdakwa (Sukanda) diserahi follow-up-nya telah mengadakan hubungan dengan PRRI (Simbolon) dan DI (Abas Abdurachman, Kartosuwirjo, Sanusi Partawidjaja)”.

Seorang peninjau mengatakan kepada saya setidak-tidaknya Sukanda tidak dijatuhi hukuman mati. Itu sudah suatu keuntungan baginya dalam keadaan sekarang lni. Kelak kalau sudah ada perubahan rezim, Sukanda tentu dibebaskan, demikian ditambahkannya. (DTS)

 

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 26.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*