MEGALOMANIA

MEGALOMANIA [1]

 

23 Maret 1964

 

Apa lagi ini dari Sitor Situmorang? Hari ini Bintang Timur memuat artikel Sitor berjudul “Garis dan Tokoh dalam Sorotan Manikebu”. Di dalam tulisan itu Sitor menyatakan kepada seniman yang masih ketinggalan zaman:

“Saya, nasihatkan kalau mau mengalahkan pribadi Sitor saja, itu adalah kerja sia-sia.”

Ini sudah berbau megalomania atau grootheidswaanzin, berasa diri yang heibat dewek. Tapi sudahlah, pikir saya. ltu urusannya sendiri, cuma yang membuat saya kaget ialah cara Sitor menjawab

“Surat Terbuka”Usmar lsmail (dalam harian Duta Masyarakat tanggal 15 Maret lalu).

Dalam Bintang Timur tanggal 16 Maret, Sitor sampai berkata tentang “keagenan Usmar dalam Rockefeller Foundation”. Pada hemat saya ini sudah keterlaluan. Mengatakan Usmar Ismail adalah agen Rockefeller Foundation, itu sungguh fitnah. Sitor sendiri pada bagian kedua tahun 1956 mengunjungi Amerika Serikat atas biaya Rockefeller Foundation dan yang membantunya mendapatkan fasilitas tersebut tiada lain ialah Usmar Ismail sendiri.

Selain daripada itu saya tahu benar yang banyak menolong Sitor pada awal tahun 1950 tidak saja untuk menjadi terkenal di bidang karang-mengarang tetapi juga dari sudut keuangan adalah Usmar Ismail juga. Sitor ini memang een ondankbare kerel (orang yang tidak tahu membalas budi). (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 437-438.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*