lSI PEMBICARAAN SUKARNO DENGAN HATTA

lSI PEMBICARAAN SUKARNO DENGAN HATTA [1]

 

13 Maret 1964

 

Pertemuan dua hari berturut antara Presiden Sukarno dengan Bung Hatta pada akhir pekan ini kini sudah diketahui oleh masyarakat politik di Ibukota mengenai pokok-pokok isinya. Dua hal memperoleh tinjauan mereka yakni soal Malaysia dan soal kesulitan ekonomi.

Dalam soal Malaysia didapat kesan Presiden tidak ada niat melancarkan peperangan melawan Inggris-Malaysia di Kalimantan Utara. Untuk itu kesulitan ekonomi yang diderita oleh rakyat Indonesia sekarang tidak mengizinkan. Presiden tetap mau pergi ke Konperensi Tingkat Tinggi dan seperti dikatakannya kepada Bung Hatta kesediaannya itu telah diteruskan kepada Duta Besar AS Howard P. Jones.

Presiden meminta kepada Jones supaya mengusahakan terselenggaranya KTT ketiga negara Indonesia, Filipina dan Malaysia, seterusnya supaya setelah penyelesaian di KTT Amerika Serikat “mengikat janji” guna memberikan bantuan ekonomi kepada Indonesia berupa kredit.

Soal menyelenggarakan KTT, menurut Jones sedang diusahakan dania mengatakan kepada Presiden :

“Tidak lama lagi akan datang usul dari Bangkok.”

Lewat Thailand yang telah dua kali menjadi tuan rumah dalam Konperensi Tingkat Menteri Luar Negeri ketiga negara itu Amerika menyalurkan kegiatannya. Tetapi mengenai permintaan kredit dari Indonesia, Jones tidak memberikan sesuatu komitment.

Soal ini tidak dijawabnya. Mungkin ini sebuah petunjuk tentang angga pan Washington sekarang Sukarno toh tidak serius dengan pemecahan masalah ekonomi Indonesia. Presiden membentangkan kepada Hatta tentang kesukaran ekonomi sekarang. Bung Hatta di pihaknya mengemukakan pula data dan pendapatnya tentang keadaan ekonomi.

Kabarnya Presiden menerangkan kemudian kepada Hatta dia tidak tahu tentang keadaan sebagaimana diuraikan oleh Bung Hatta. Presiden meminta supaya Hatta membantu dia dalam memecahkan kesulitan ekonomi, terutama dalam masalah beras yang kian mendesak. Seluruh gegevens yang ada pada pemerintah dan pada Konperensi Catur Tunggal yang lagi berjalan sekarang yang mengenai masalah pangan akan disediakan bagi Bung Hatta supaya ia dapat merumuskan konsepsi yang sebaik­baiknya, demikian tawaran Presiden.

Hatta berjanji akan membantu menyusun konsepsi untuk memecahkan kesukaran ekonomi dan masalah beras. Demikianlah intisari pembicaraan antara Sukarno dengan Hatta lewat Djuir Muhammad, Bung Hatta memberitahukan ia memerlukan bantuan Sarbini dan Saroso untuk mengumpulkan data statistik dan fakta-fakta di bidang ekonomi.

Jadi supaya kedua ahli ekonomi itu datang ke rumah Hatta membicarakannya. Kemarin Koko menyampaikan kepada Saroso, supaya secepatnya menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan oleh Bung Hatta.

”Tugas orang-orang seperti kita ini memang membantu di mana diminta,” ujar Koko. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 422-423.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*