KUNJUNGAN JENDERAL MAXWELL TAYLOR

KUNJUNGAN JENDERAL MAXWELL TAYLOR [1]

 

28 September 1962

Belum lama berselang Ketua Gabungan Kepala Staf Amerika Serikat Jenderal Maxwell D.Taylor mengunjungi Indonesia dan antara lain membicarakan tentang peranan militer dalam susunan masyarakat Indonesia. Kabarnya pihak Tentara mengajukan kepada Jenderal Taylor suatu konsepsi untuk mengatur kembali kedudukan Tentara dalam soal-soal yang bertalian dengan usaha pembangunan.

Ia mengusulkan supaya Amerika Serikat bersedia memberikan bantuan keuangan kepada Indonesia guna melaksanakan proyek-proyek pembangunan akan tetapi bantuan itu disalurkan melalui tentara dan pelaksanaan proyek dikerjakan oleh Tentara pula. Dengan begitu masalah demobilisasi tentara dapatlah ditampung dengan sebaik-baiknya, artinya tentara yang mesti disalurkan kembali kedalam masyarakat disusun dalam brigade-­brigade pembangunan yang melaksanakan proyek-proyek pembangunan dengan bantuan keuangan AS.

Jenderal Taylor kabarnya  antusias dengan konsep tadi. Setelah ia kembali ke Washington, maka dewasa ini datang ke Jakarta sebuah kelompok studi, sebuah panitia dari Departemen Luar Negeri AS, Departemen Pertahanan dan AID (Aid for International Development) dari Washington untuk membicarakan tindak lanjut saran-saran yang diajukan kepada Jenderal Taylor.

Dari Guy Pauker yang bertindak sebagai penasihat kelompok tersebut saya memperoleh keterangan bahwa Presiden Kennedy dan inner circle seperti Bundy, Ted Sorensen sangat setuju dengan gagasan itu yakni menyalurkan bantuan ekonomi dan keuangan Amerika melalui Tentara Indonesia. Hanya kalangan AID yang masih berkeberatan terhadap gagasan itu karena. mereka pada umumnya tidak setuju bekerja sama dengan unsur-unsur militer dalam menyalurkan bantuan ekonomi. Presiden Sukarno mengharapkan Amerika akan dapat membantu Indonesia dengan jumlah sebanyak 1 sampai 2 milyar dolar akan tetapi dari keterangan Guy Pauker dapat saya tarik kesimpulan hal itu suatu barang mustahil. Paling banyak Amerika hanya dapat memberikan bantuan sejumlah $ 750 juta itu pun untuk jangka masa lima tahun. Pemerintah Kennedy telah memajukan jumlah sebesar $ 4700 juta untuk bantuan luar negeri yang akan diberikan oleh Amerika Serikat akan tetapi House of Representatives mengurangi jumlah itu dengan $ 1100 juta. Jenderal Taylor tanggal 25 September lalu tampil sendiri di depan Senate Appropriations Committee untuk memberikan pendapatnya tentang perlunya program­-program bantuan baik secara militer maupun secara ekonomi. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 257-258.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*