Kudeta PKI Tahun 1965 di Luar Jakarta (4): Bali

Kudeta PKI Tahun 1965 di Luar Jakarta (4): Bali[1]

 

 

Persiapan PKI dalam membina daerah Bali guna mendukung rencana coupnya di Jakarta, dilakukan dengan mengutus Wihaji ke Denpasar untuk menghubungi Tamuri Hidayat, pensiunan Bintara AD yang berhasil dibina PKI. Pada pertemuan di Denpasar tanggal 1 Oktober 1965 dengan tokoh-tokoh PKI dan beberapa orang perwira pertama AD yang berhasil dibina oleh PKI, diputuskan bahwa Bali harus melakukan gerakan dengan mempergunakan pasukan ABRI. Sasaran penyerangan adalah menduduki instalasi-instalasi vital termasuk lapangan udara. Penculikan terhadap para pejabat sipil dan militer yang tidak sehaluan, akan mereka lakukan pula.

Pres. Soeharto Menghadiri Hari Peringatan Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, 1 Oktober 1973

Bersamaan dengan itu, mereka telah menyusun konsep personalia Dewan Revolusi Bali. Untuk itu, mereka mulai menghubungi para pendukung rencana gerakan tersebut dan sekaligus membagi tugas. Pasukan Brimob yang digerakkan oleh Bintara Polisi Kaidjo Sudjono disiapkan untuk menduduki instalasi vital di Denpasar. Pada malam harinya Wihaji, Tamuri Hidayat, Mayor Alwi, Mayor Wiratmoko, Kapten Sukamto mengadakan evaluasi dan menyusun rencana berikutnya. Dalam pertemuan tersebut diputuskan bahwa pasukan Cakrabirawa di Tampak Siring akan menduduki Balitex, satu kompi dari Yon 741 akan merebut lapangan udara Ngurah Rai, dan kompi dari Yon 414 Brimob menduduki SimpangTiga di luar Denpasar. Gerakan militer itu direncanakan bergerak pada malam hari dan dipimpin oleh Kapten Sukamto.[2]

—DTS—

[1]     Sumber : Buku “Komunisme di Indonesia Jilid IV: Pemberontakan G.30.S/ PKI Dan Penumpasannya (Tahun 1960-1965), Jakarta: Pusjarah TNI, 1999

[2]    Kopkamtip, Op. Cit., hal. 189

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*