KUDETA di ALJAZAIR

KUDETA di ALJAZAIR [1]

 

20 Juni 1965

 

Pada tanggal 19 Juni 1965 Presiden Aljazair Ahmad Ben Bella digulingkan dalam kudeta yang dilancarkan oleh Kepala Staf Angkatan Perang Kolonel Houari Boumedienne. Radio Aljazair menyiarkan komunike resmi yang ditandatangani oleh Kolonel Boumedienne yang mengumumkan tentang pembentukan Dewan Revolusi untuk meneruskan semua kekuasaan. Sebagai diketahui Konperensi Afrika-Asiake II akan diselenggarakan dalam bulan ini di Aljazair.

Mengenai Konperensi A-A II itu Boumedienne menyatakan, menjelang penyelenggaraan konperensi tersebut Aljazair harus menunjukkan ketenangan dan kesentosaan serta sebagai tempat konperensi ia menyatakan “Aljazair tidak dapat meluluskan Ben Bella secara sinis mengeksploitasikan kepentingan pribadinya untuk persahabatan dan penghargaan persaudaraan rakyat-rakyat Asia-Afrika.”

Hari ini pemerintah Indonesia mengumumkan secara resmi pengakuannya terhadap pemerintah Aljazair yang baru di bawah pimpinan Kolonel Houari Boumedienne. Keputusan itu diumumkan setelah Presiden mengadakan sidang khusus selama 4 1/2 jam dengan anggota-anggota Presidium Kabinet Dwikora dan para Menko (Menteri Koordinator) yang dilangsungkan di Istana Bogor. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 521-522.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*