KETERANGAN MENTERI PERTAMA DJUANDA

KETERANGAN MENTERI PERTAMA DJUANDA [1]

 

5 Juli 1961

Hari ini ulang tahun ke-2 dikeluarkannya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan Republik Indonesia kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. Kesempatan itu dipergunakan oleh pemerintah guna memberikan keterangan di muka sidang parlemen gotong royong.

Ir. Djuanda selaku Menteri Pertama yang mengucapkan keterangan pemerintah itu. Orang beroleh kesan keadaan bangsa dan negara dan penyelenggaraan program kabinet kerja telah beroleh kemajuan. Program kabinet berpusat sekitar tiga hal yakni: (1) sandang pangan, (2) pemulihan keamanan, (3) perjuangan Irian Barat.

Gambaran di bidang ekonomi-keuangan tidak begitu suram kelihatannya. Menurut Djuanda, neraca pembayaran pada akhir tahun 1960 menghasilkan surplus lumayan yakni kurang lebih Rp 4 milyar. Defisit anggaran belanja negara tahun 1960 ialah sebesar Rp 6,896 milyar. Jumlah uang yang beredar dalam tahun 1960 ialah sebesar Rp 46,1 milyar dan pada minggu ketiga bulan Juni 1961 volume uang adalah Rp 48,3 milyar.

Barang-barang ekspor seperti karet, sawit, teh menunjukkan harga turun di pasar dunia tetapi itu disebabkan hal-hal yang berada di luar kekuasaan kita seperti adanya gejala-gejala resesi di negara-negara Barat. Namun hingga kini likuiditas dan solvabilitas devisa negara dapat dipertahankan.

Yang dipercakapkan orang dalam kalangan dagang belakangan ini ialah Presiden tidak berhasil mendapatkan kredit dalam perjalanannya ke luar negeri baru-baru ini. Yang didapatnya hanya persetujuan keakraban dan perdagangan Indonesia-Jepang yang telah ditandatangani tanggal 1 Juli yang lalu di Tokyo. Persetujuan itu berarti para pengusaha Jepang di Indonesia akan mendapatkan “perlakuan istimewa”. Seorang memberikan komentar: “Tergadai awak pada si Jepang”. (DTS)

 

 

 

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 73-74.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.