KAHAR MUZAKKAR MASUK HUTAN KEMBALI

KAHAR MUZAKKAR MASUK HUTAN KEMBALI [1]

 

30 Oktober 1962

Apa yang sudah tersiar dikalangan masyarakat politik di Ibu Kota tentang Kahar Muzakar ternyata benar. Hari ini “Antara” menyiarkan keterangan Kolonel M. Jusuf pada Hari Sumpah Pemda yang menyatakan dengan resmi Kahar Muzakar dan pengikutnya Nurdin Pisok adalah pemberontak yang mengingkari penyelesaian keamanan menurut kebijaksanaan pemerintah dan terhadap dirinya dewasa ini telah diambil tindakan. Apa sebabnya Kahar Muzakar “kembali kehutan” tidak diterangkan oleh Panglima Kodam XIV itu.

Peristiwa ini tentu mempengaruhi pula penilaian tentang perlu atau tidaknya keadaan bahaya dihapuskan segera atau tidak. Pihak Tentara niscaya mengunjuk kepada peristiwa ini seraya mengatakan keamanan belum seluruhnya pulih di tanah air untuk membenarkan dihapuskannya SOB.

Hal lain yang dibicarakan orang ialah keadaan keuangan negara yang kian suram. Kini ada lima duta besar RI di Jakarta untuk minta uang bagi membayar gaji pegawai-pegawai kedutaan. Kedutaan Besar RI di Canada telah terpaksa minta hipotik atas gedung kedutaan supaya memperoleh uang.

Kedutaan Besar RI di Mexico meminjam uang kepada pedagang pedagang tekstil Mexico. Yang diperlukan untuk mem­biayai semua kedutaan RI ialah 10 juta dolar setahun, jadi kurang dari satu juta dolar sebulan. Bulan September lalu negara masih mempunyai devisa sejumlah dua juta dolar.

Kini devisa sudah habis Gubernur Batik Indonesia Mr. Sumarno mengunjungi Moskow baru-baru ini dan berusaha memperoleh persetujuan pemerintah Uni Soviet untuk menunda pembayaran kembali kredit Soviet sampai tahun 1964. Menurut Subandrio, juga Presiden kini tidak tahu persis bagaimana memecahkan kesulitan keuangan negara . (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 268-268.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*