IRIAN BARAT TIDAK DISEBUT

IRIAN BARAT TIDAK DISEBUT[1]

 

7 September 1961

 

“Mengapa Irian Barat tidak dicantumkan dalam Deklarasi KTT non -blok ?” demikian bunyi sebuah kepala berita yang disiarkan oleh “Antara ” pagi ini. Masalah Angola, masalah Aljazair, masalah Tunisia dengan Bizerte, masalah Kuba dengan pangkalan Guantanamo, semua itu ada disebutkan. Tetapi mengenai Irian Barat tidak ada sepatah kata pun disebutkan.

Pagi ini dijelaskan oleh wartawan RRI yang ikut ke Beograd bahwa sebabnya masalah Irian Barat tidak dicantumkan dalam keputusan- keputusan KTT non-blok ialah karena “hal tersebut memang dikehendaki oleh Presiden untuk menunjukkan bahwa Indonesia sekalipun merupakan sponsor KTT non-blok tidak mementingkan dirinya sendiri.”

Konperensi non-blok di Beograd menugaskan Presiden Sukarno bersama dengan Presiden Keita dari Mali untuk menemui Presiden Kennedy di Washington tanggal 12 September ini dengan dimaksud menyampaikan kepada kepala negara AS itu hasil-hasil KTT non-blok, terutama yang berhubungan dengan menghindarkan bahaya perang. Untuk maksud yang sama PM Nehru dari India dan Presiden Nkrumah dari Ghana bertolak ke Moskow untuk menemui PM Khrushchov. Sebelum menuju ke Washington, Presiden Sukarno akan beristirahat dulu di Wina selama dua malam. Rupanya Sukarno senang betul dengan Wina yang dikunjunginya berulang kali. (DTS)

 

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 96-97.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*