DWIKORA DIUMUMKAN

DWIKORA DIUMUMKAN [1]

 

3 Mei 1964

 

Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi mengumumkan Dwi Komando Rakyat atau Dwikora yang ditujukan kepada 21 juta sukarelawan dan rakyat seluruhnya. Bunyi lengkap Dwikora sebagai berikut: “Kami Presiden/Pemimpin Besar Revolusi/Panglima Tertinggi dalam rangka perjuangan konfrontasi melawan proyek neo-kolonialis Malaysia yang nyata membahayakan revolusi Indonesia, setelah berulang kali berikhtiar untuk menginsafkan pihak Malaysia untuk mencapai penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan Asia, dan nyata pula bahwa ikhtiar ini ditentang dan dijawab dengan penghinaan dan permusuhan, seperti umpamanya dengan mobilisasi umum yang dilakukan oleh Tengku Abdul Rahman, maka kami perintahkan:

Pertama: perhebat ketahanan Revolusi Indonesia;

Kedua    : bantu perjuangan revolusioner rakyat-rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunai untuk

memerdekakan diri dan membubarkan negara Malaysia”. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 459-459.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*