21 HARIAN/MINGGUAN DICABUT IZIN TERBITNYA

21 HARIAN/MINGGUAN DICABUT IZIN TERBITNYA [1]

 

25  Februari 1965

 

Menteri Penerangan Mayjen Achmadi memutuskan mencabut izin terbit 21 harian dan mingguan yang menjadi antek­antek “BPS”. Yang terkena di Jakarta ialah 11 buah, di antaranya Berita Indonesia, Merdeka, Indonesian Observer, Warta Berita, Garuda, Semesta, Karyawan dan lain-lain. Yang terkena di Medan ialah 10 buah, di antaranya Mimbar Umum, Waspada, Bintang Indonesia, Indonesia Baru, Tjerdas dan lain lain.

Menteri d/p Presidium Kabinet Dwikora Njoto menyatakan kepada pers di Medan bahwa tindakan Presiden membubarkan koran-koran BPS adalah bijaksana dan  sesuai dengan tuntutan revolusi. pemimpin PKI itu bicara pula tentang sukses PWI yang telah dicapai dan letak rahasianya ialah pada penyatuan diri secara revolusioner oleh PWI dengan kaum buruh dan tani”.

Hari ini Wakil PM I Dr. Subandrio mengumumkan kegiatan dan operasi USIS tidak dibenarkan lagi untuk meracuni pikiran rakyat Indonesia dengan bahan-bahan yang mereka sebarkan di mana-mana di tanah air kita ini. (SA)

 

[1] Catatan wartawan senior Rosihan Anwar, suasana sosial politik bangsa Indonesia, menjelang peristiwa G30S-PKI 1965, antara tahun 1961-1965. Dikutip dari buku “Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965”, Jakarta : Sinar Harapan, 1980, hal. 505-505.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*